JURNAL PERCOBAAN VII


JURNAL PEMBUATAN SIKLOHEKSANON
JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I



DISUSUN OLEH

NAMA : Dara Kumalasari
NIM     : A1C118038
KELAS : REGULER A 2018


DOSEN PENGAMPU :
Dr.Drs. SYAMSURIZAL, M,Si

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2020



        I.            JUDUL                   : PEMBUATAN SIKLOHEKSANON

     II.            HARI/TANGGAL  : RABU/22 APRIL 2020

   III.            TUJUAN                 : adapun tujuan dilaksanakan praktikum kali ini adalah :
1.      Dapat melakukan ooksidasi alcohol sekunder alisiklik
2.      Dapat memahami tidak hanya alcohol sekunder alifatis biasa saja yang dapat dioksidasi tetapi alcohol sekunder alifatik juga bisa.

  IV.            LANDASAN TEORI
Ada yang mengatakan pembuatan sikloheksanon diawali dengan oksidasi melalui reaksi eliminasi dari alkil ester asam kromat. Suhu optimum  reaksi redoks ini adalah 55-60 oC. tahap dari pemisahan sikloheksanon dengan campurannya serta tahap pemurniannya berdasarkan pada sifat fisik sikloheksanon itu sendiri(Tim Kimia Organik 2, 2020).
Pelarut sikloheksanon memiliki titik didih 155,7 oC. Biasanya sikloheksanon digunakan sebagai  bahan baku untuk pembuatan anilon, asam adipat, kaprolaktam. Serta juga digunakan sebagai [enstabil warna, penghilang cat dan pembersih (Putu, 2015).
Pada umumnya katalis kalium kromat yang digunakan untuk membuat sikloheksanon, namun ternyata pembuatan sikloheksanon sangat berbahaya yaitu sifat dari oksidator kuat yang memiliki sifat karsinogenik, yang mana akan timbul sesak nafas dan kerusakan di lingkungan jika terhirup, natrium hipoklorat (NaClO) bisa digunakan sebagai katalis dan lebih aman dari kalium kromat (Lusi, 2014).
Dalam industri sikloheksanon digunakan untuk membuat kaprolaktam. Yang mana kaprolaktam merupakan bahan dasar pembuatan nilon-6 dan plastic. 90 % kaprolaktam dipakai untuk perkakas rumah, karpet, dan nilon-6. Sisanya 10 % dipakai untuk pengemas makanan, pembungkus kabel dan produk lainnya (NCI, 1985).
     V.            ALAT DAN BAHAN

5.1  ALAT
1.      Gelas kimia
2.      Erlenmeyer
3.      Labu bundar
4.      Alat destilasi
5.      Corong
6.      Penangas udara

5.2  BAHAN
1.      Kalium kromat
2.      Asam sulfat pekat
3.      Sikloheksanol
4.      Petrolium eter
5.      Magnesium sulfat anhidrat

  VI.            PROSEDUR KERJA
a.       Dilarutkan 20,5 gr kalium kromat dan 100 ml air dalam gelas kimia, ditambah 18 gr asam sulfat pekat secara hati-hati, lalu dampuran didinginkan sampai 30 oC.
b.      Dimasukkan 10 gr sikloheksanol dalam Erlenmeyer/labu bundar kemudian ditambahkan larutan dikromat sedikit demi sedikit, digoncang labu sampai reaksi bisa tercampur, lalu amati suhu campuran. Jika suhu mulai 55 oC dinginkan bagian luar labu dengan air dingin/pncaran kran. Atur pendinginan supaya campuran tidak melebihi 60 oC, dinginkan diudara kira-kira setengah jam, sambil sekali-kali dgoncangkan.
c.       Dipindahkan campuran ke dalam labu bundar, ditambah 100 ml air, lalu pendingin destilasi dipasang. 65 ml campuran diperoleh dari destilasi, terdapat 2 lapisan dari destilat, lapisan air dan sikloheksanol (organic). Dengan garam NaCl 13 gr dijenuhkan campuran, lalu dipisahkan lapisan atas (sikloheksanlo). Lapisan air diekstrak dengan 3 gr natrium atau magnesium sulfat anhidrat, saring larutan kering ke destilasi kecil. Pelarutnya dikeluarkan dengan destilasi diatas penangas air (tanpa api).
d.      Didestilasi residu sikloheksanol diatas penangas udara/kasa berasbes. Dikumpulkan fraksi didih 154-156 oC. Ditentukan indeks bias, dan dihitung rendemen praktis dan rendemen teoritis.


Video Referensi Youtube


permasalahan yang muncul saat menonton video referensi youtube :

1.      Reaksi apa yang terjadi saat air yang telah dicampurkan dengan potassium dikromat kemudian ditambah asam sulfat?
2.      Natrium klorida digunakan untuk menjenuhkan lapisan air. Apa indikator bahwa lapisan air sudah jenuh?
3.      Apakah bisa digunakan selain NaCl untuk menjenuhkan lapisan air? Apa indikasi bahwa senyawa tersebut bisa digunakan untuk menjenuhkan lapisan air?




Komentar

  1. Saya Sri Oktika Dhijah Gultom (A1C118085) akan menjawab pertanyaan nomor 2. Pada penambahan NaCl lapisan akan terbentuk menjadi 2. Yaitu ditandai dengan dibagian bawah air(bening) dan sikloheksanon dibagian atas(jenuh). NaCl akan membuat 2 lapisan yg mana NaCl adalah senyawa organik yg mudah larut dalam air. Jenuh diatas bening dibawah

    BalasHapus
  2. Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh saya Nisa Aprylina NIM A1C118044 akan menjawab pertanyaan nomor 1
    Ketika pottasium dikromat ditambahkan dengan asam sulfat pekat warna oranye dari pottasium dikromat berubah dari oranye menjadi warna kemerahan, pada saat perubahan warna tersebut pencampuran tersebut melepaskan panas. Karena reaksi dari pottasium dikromat dan asam sulfat pekat itu menghasilkan panas. Reaksi yang terjadi antara pottasium dikromat dan asam sulfat pekat adalah K2Cr2O7(aq) + H2O(l) + 2H2SO4(aq) → 2H2CrO4(aq) + 2K+(aq) + 2HSO4-(aq)
    Semoga bisa membantu,terima kasih
    Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh

    BalasHapus
  3. Saya Septia misca (005) menjawab soal nomor 3 : bisa , yaitu dengan aquades. Hal inibertujuan untuk meningkatkan perbedaankepolaran antara sikloheksanon denganpengotornya sehingga sikloheksanon akanterpisah dari pengotor yang lain. Indikasi dapat menjenuhkan adalah memiliki ion bebas .

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer